Detail Berita

Prioritaskan UMKM untuk Tekan Inflasi

18 April 2018
10:30:08 WIB
plutbulungan.idPROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Upaya menyediakan fasilitas pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat perhatian khusus oleh Bank Indonesia. Tak sekadar memperkuat perekonomian dari bawah, langkah tersebut juga dilakukan untuk memberi peran pengusaha kecil dalam menekan inflasi dari sisi suplai.

Salah satu kebijakan bank sentral adalah dengan mewajibkan perbankan “menyisihkan” 20 persen alokasi kredit untuk UMKM tahun ini. Ketentuan tersebut sudah berjalan sejak 2015 dengan porsi 5 persen. Lalu naik 5 persen setiap tahun, hingga menjadi 15 persen pada tahun lalu, dan 20 persen tahun ini.

Direktur Operasional Bankaltimtara M Yamin menyebut fokus pembiayaan kredit memang lebih diarahkan kepada UMKM. Apalagi, kata dia, sudah diatur oleh regulator bahwa perbankan harus menyalurkan kreditnya ke UMKM dengan persentase tertentu di 2017 dan 2018.

“Seperti yang sudah diatur, dari total penyaluran kredit tahun ini, seharusnya 20 persen kredit disalurkan ke UMKM,” tutur Yamin, Kamis (12/4) lalu.

Keberadaan dan peranan UMKM dalam perekonomian sangat signifikan dan strategis dalam mendukung sektor riil. Segmentasi usaha ini, bisa memberi pengaruh paling besar terhadap kegiatan ekonomi. Misalnya, sebagai penyedia lapangan pekerjaan terbesar.

Selain itu, UMKM terbukti lebih kuat bertahan saat krisis global. Kalau krisis, sektor besar lebih banyak kena imbas. Makanya, untuk kredit risikonya lebih aman ketimbang korporasi. Karena itu, perbankan tak salah jika memberi porsi lebih besar terhadap UMKM.

“Pertumbuhan kredit tahun ini di Kaltim dan Kaltara fokus ke UMKM dan targetnya tumbuh 5 persen untuk semua sektor, UMKM dan non-UMKM, namun korporasi tidak jadi prioritas kami lagi,” terangnya.

Yamin mengatakan, rasio gagal bayar kredit atau non performing loan (NPL) di sektor UMKM masih di ambang batas yang ditetapkan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni 5 persen. “Setiap perbankan pasti ada kredit macetnya, tapi kami masih di batas yang ditentukan regulator,” ujarnya. (rus/fen)

Share



0 Komentar

    Form Komentar