Detail Berita

Produk UMKM Terkendala Pasar dan Kemasan

12 Desember 2017
08:11:10 WIB
plutbulungan.id-PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sebagai provinsi baru, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Kaltara berharap produk-produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dipromosikan dapat mengalami peningkatan.

Sesuai data yang dihimpun Disperindag dan UKM, sebanyak 11.814 UMKM yang tersebar di masing-masing kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, Kota Tarakan paling banyak dengan 3.931 UMKM. Terdiri dari mikro (1.340), kecil (2.373) dan menengah (218). (Selengkapnya lihat infografis)

Hingga saat ini masih ada pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan demi meningkatkan UMKM tersebut. Yang menjadi permasalahan dihadapi Disperindag terkait pemasaran dan soal kemasan. Itu diungkapkan Kepala Bidang Koperasi dan UKM Suwarsono soal pemasaran yang dimaksudkan tidak adanya pangsa pasar yang cukup. Sehingga, tiap produk yang dihasilkan tidak berdampak bagi peningkatan ekonomi dikarenakan daya jual rendah. 

"Masih kesulitan dalam memasarkan produk UMKM, baik untuk di dalam maupun luar daerah. Termasuk daya persaingan cukup ketat dengan produk komersil lainnya," ujarnya, kemarin (9/12). 

Menyangkut kemasan, diakuinya tiap produk mengemasnya belum menarik. Meskipun produk UMKM telah merambah pasar lebih dahulu. Membuat kemasan menarik pun masih terkendala dengan bahan yang berkualitas. 

"Bahan plastik bisa saja dipakai untuk kemasan, tetapi barang itu didatangkan dari luar daerah dengan biaya yang cukup tinggi. Lagi-lagi butuh modal yang besar," ujarnya. 

Upaya yang dapat dilakukan pemerintah dengan memberikan motivasi terhadap pelaku UKM agar mereka lebih semangat dalam pengembangan usahanya. Termasuk dengan berikan pelatihan dan bimbingan dari pemerintah daerah agar produktifitas pelaku UKM dapat meningkat. 

"Apabila terus konsisten pelaku UKM mengembangkan usaha, kami yakin bisa bertahan dan mampu bersaing," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan,apabila pelaku UKM bisa bersaing, meski dengan cost tinggi, maka bisa diupayakan untuk memenuhi kebutuhan kemasan produk. (uno/fen)

Share



0 Komentar

    Form Komentar