Detail Berita

Retribusi Jasa Usaha Dibayar Setahun

21 November 2017
10:34:25 WIB
plutbulungan.id-PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Bulungan tidak lagi menerapkan penarikan retribusi pemakaian tempat usaha perdagangan/pasar setiap hari. Retribusi diberlakukan per tahun.

Itu berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Perda Nomor 11 Tahun 2014 tentang Retribusi Jasa Usaha. Penarikan retribusi pemakaian tempat usaha perdagangan/pasar untuk lapak/pelataran/los, kios/kantin/warung, gedung I toko/ruko Pasar Induk Tanjung Selor, gedung II toko/ruko dan Pujasera Tanjung Selor. Retribusi bervariasi menyesuaikan tempat usaha para pedagang.

Lapak/pelataran/los di Pasar Induk Tanjung Selor dikenakan retribusi Rp 50 ribu per meter/tahun. Sedangkan bagi pedagang di luar Kecamatan Tanjung Selor dikenakan Rp 25 ribu per meter/tahun. Untuk kios/kantin/warung di Tanjung Selor Rp 80 ribu per meter/tahun, di luar Kecamatan Tanjung Selor Rp 40 ribu per meter/tahun.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Bulungan Ajer Supriyono mengatakan, meskipun sudah berlaku sistem penarikan retribusi per tahun, tetapi Disperindagkop memberikan pengecualian bagi para pedagang yang berjualan seminggu sekali atau dua kali.

“Sebagai alternatif tetap kami lakukan penarikan retribusi harian bagi pedagang yang berjualan tidak setiap hari. Berbeda dengan pedagang yang menempati los, lapak atau kios di pasar,” ujarnya, kemarin (2/11).

Dikatakan, pedagang yang berjualan seminggu dua kali ini tidak menempati fasilitas yang dibangun pemerintah daerah. “Makanya tidak kami kenakan retribusi per tahun,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan, pedagang yang menempati lapak/los maupun kios di Pasar Induk diharuskan membayar retribusi per tahun, sesuai tarif yang telah ditentukan. Semakin kecil tempat yang dipakai para pedagang, maka biaya retribusi yang dikeluarkan per tahun tidak besar. Demikian sebaliknya, bila tempat yang digunakan pedagang berukuran besar, maka retribusi yang dikenakan cukup besar.

Namun, sebagian pedagang menginginkan pembayaran retribusi bisa dilakukan dengan cara diangsur dalam setahun. Seperti dikatakan salah seorang pedagang yang menempati kios Pasar Induk, Agustan, penarikan retribusi per tahun dirasakan cukup berat.

“Pendapatan kami tidak menentu dalam berjualan. Semoga ada kebijakan pembayaran dengan cara diangsur. Misal, setahun 4 kali pembayaran,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala menilai penerapan penarikan retribusi jasa usaha bagi para pedagang dengan sistem tahunan, tidak terlalu memberatkan. Lagian, hasil penarikan retribusi jasa usaha ini untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD).

“Adanya retribusi ini juga untuk pengembangan Pasar Induk Tanjung Selor ke depannya,” singkatnya. (uno/fen)

Share



0 Komentar

    Form Komentar