153 Koperasi Akan Dibubarkan

plutbulungan.id-PROKAL.COTANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kaltara akan mengusulkan 407 koperasi agar diberikan nomor induk dan sertifikasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Sebelumnya, sudah ada 12 koperasi telah mendapatkan nomor induk dan disertifikasi. Satu koperasi di Kabupaten Bulungan dan 11 di Kota Tarakan.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Disperindagkop Kaltara, Suwarsono mengaa tahunan (RAT) secara rutin per tiga tahun.

“Nomor Induk Koperasi (NIK) dan sertifikasi nantinya akan mempermudah koperasi untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank dan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) koperasi usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM),” jelas Suwarsono, Selasa (6/6).

Sebelumnya, lanjut Suwarsono, pada Januari lalu, terdata dalam database Disperindagkop, ada 808 koperasi yang tersebar di 5 kabupaten/kota. 536 diantaranya adalah koperasi aktif dan sisanya 292 koperasi tidak aktif.

“Koperasi aktif ini tidak lagi rutin melaksanakan RAT sebagai forum tertinggi mereka. Disebut koperasi tidak aktif salah satunya juga karena laporan RAT-nya tidak disampaikan selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut,” terangnya.

Koperasi yang sudah tidak aktif akan dibubarkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Diketahui ada sebanyak 175 koperasi yang sudah terdata untuk dibubarkan sejak tahun 2016. Namun, pihaknya melakukan verifikasi pertama pada Maret 2017 dengan melihat kegiatan koperasi dan RAT sebagai pelaporan masing-masing menjadi 137. Dan pada verifikasi kedua berubah lagi menjadi 153 koperasi.

“Koperasi itu dibubarkan selain tidak melaksanakan RAT lagi, juga sudah tidak memiliki papan nama, tidak ada aktivitas dan pengurusnya sudah tidak diketahui lagi. Ini diberi masa tenggang selama enam bulan. Kalau dalam enam bulan tidak ada perbaikan seperti laporan RAT maupun aktivitasnya, ya akan masuk dalam data pembubaran,” pungkasnya. (*/ams/har)